Friday, February 26, 2010

jangan suka bikin fitnah yaa :)

gw ngerepost tentang fitnah ini dari 
bataviase.co.id n buzzos.com
 

Berbicara tentang kejelekan orang lain dan mencelanya disebut menggunjing jika benar, dan disebut fitnah jika tidak benar. Tentu saja, tidak ada seorang manusia pun yang bebas dari dosa. Orang bijak mengatakan, manusia itu tidak lepas dari kesalahan dan lupa. Dengan begitu, manusia itu memang tidak sempurna, ia bisa berbuat khilaf.Manusia pada umumnya hidup di balik tabir, yang oleh Tuhan --dengan kebijakan-Nya-- digunakan untuk menutupi perbuatan-perbuatannya. Kalau saja tabir Ilahi ini diangkat untuk memperlihatkan semua kesalahan dan kekeliruan kita, niscaya semua orang akan lari dengan yang lain dengan rasa jijik dan masyarakat akan runtuh hingga ke dasar-dasarnya. Itulah sebabnya mengapa Allah melarang kita membicarakan kejelekan orang lain. Maksudnya agar kita terlindung dari pembicaraan orang lain mengenai diri kita.

Dengan wujud dan kelemahan manusia seperti itulah, agama kemudian melarang kita untuk saling menggunjing dan, apalagi, menfitnah. Banyak ayat suci Alquran dan hadis Nabi Muhammad SAW yang mencela keras segala bentuk fitnah, yang justru akhir-akhir ini makin merebak di tanah air. Allah SWT berfirman, `Sesungguhnya mengada-adakan kebohongan hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah dan mereka itulah orang-orang pendusta.` (Al-Nahl: 105).


Dalam Alquran surat al-Baqarah ayat 217 Allah SWT berfirman, "...Dan berbuat fitnah lebih besar dosanya daripada membunuh..." Islam mengecam perbuatan fitnah. Petun|uk Alquran dan sunah jelas-jelas memerintahkan umat agar menjauhi fitnah terutama untuk menjaga ketentraman antar sesama.
Alquran dan sunah juga memperingatkan akan beratnya siksa bagi orang-orang yang memfitnah atas kehormatan seseorang, dan mengatakan tentang kesalahan-kesalahan tersembunyi mereka. "Mereka yang suka melihat keburukan yang disiarkan di antara orang-orang beriman, (makai akan memiliki akhir yang sangat buruk dalam kehidupan ini dan akhirat." (QS an Nur (24) 191)

Ali bin Abi Thalib RA pernah menyebut orang yang membiarkan lidahnya bebas tak terkendali dalam menyebarkan keburukan dalam masyarakat adalah pendosa besar. "Orang yang mengatakan sesuatu keburukan dan orang yang membiarkannya adalah sama-sama berdosa," ujar Khalifah Ali. Karena besarnya dampak yang ditimbulkan, fitnah pun sangat dicela agama. Menurut Dr Muhammad al-Hasyimi, individu dalam masyarakat Muslim adalah bijaksana dan sederhana la menghindari semua per soalan yang tidak penting, memiliki karakter mulia, serta berterima kasih kepada ajaran Islam." Itu semua ditujukan untuk menentang fitnah dan untuk memelihara dari dosa menyebarluaskan keburukan orang, apakah ia menjadi dosanya sendiri alau sesuatu yang ia dengar atau lihat pada sebagian orang lain," ujarnya dalam buku Hidup Saleh Dengan Nilai-nilai Spiritual Islam.


Nabi Muhammad SAW lantas mengingatkan orang yang melakukan hal-hal itu dengan ringan (maka kesalahan-kesalahanl dirinya akan ditampakkan. Bahkan meski ia bersembunyi di tempat paling tersembunyi sekalipun.
Oleh karena itu, Dr Muhammad berpendapat, Muslim sejati hendaknya memperhatikan sabda Nabi SAW ketika beliau ditanya, "Siapakah Muslim yang terbaik ya Rasulullah7" Beliau menjawab, "Seseorang yang selamat dari lidah dan tangannya." (Muttafaqalaih)
Umat dianjurkan memerangi pergunjingan. Ia melindungi saudara Muslimnya yang tidak hadir, ketika ada fitnah yang membicarakannya. Ini sesuai petunjuk Nabi SAW agar umat melindungi kehormatan saudaranya dan fitnah, dan Allah SWT akan melindunginya dari api neraka. Rasulullah memerintahkan orang yang menyebarkan berita ini dihukum dengan hukum cambuk. Orang yang menyebarkan fitnah juga akan diambil pahalanya dan diberikan kepada orang yang didhaliminya. Jika sudah abis maka dosanya ditambah dengan dosa orang yang didhaliminya.

Tidak dapat dimungkiri bahwa dampak dari fitnah bukan saja terhadap mereka yang difitnah, tapi juga terhadap masyarakat luas. Di tanah air kita sendiri seringkali terjadi keributan dan kerusuhan yang disebabkan oleh fitnah dan adu domba. Begitu besarnya bahaya dan dosa fitnah, hingga oleh Islam dikategorikannya sebagai perbuatan lebih kejam dari pembunuhan. Bahkan, Nabi Muhammad SAW lebih mempertegasnya lagi dengan sabdanya, `Tidak akan masuk surga orang yang menghambur-hamburkan fitnah (suka mengadu domba).` (HR Abu Dawud dan At-Thurmudzi).
 
Adapun dalam pandangan Syekh Yusuf al-Qardhawi, orang yang difitnah atau dituduh dengan semena-mena, bisa membela diri. Ia mempunyai hak untuk meneriakkan kebenaran, bahkan Allah SWT membolehkan baginya hal yang tidak dibolehkan bagi orang lain, demi menjaga posisinya dalam masyarakat dan membela kehormatannya.
Lebih jauh, Dr Muhammad, mengatakan, kelemahan-kelemahan manusia tidak akan hilang dengan mengungkapkan kesalahan-kesalahan orang, namun dengan menjelaskan hal-hal ini kepada mereka dengan cara yang lebih baik, menganjurkan ketaatan, dan melarang perbuatan salah.
Semua dilakukan tanpa kekerasan dan konfrontatif. "Sebuah pendekatan yang lembut dan melembutkan hati sekaligus membukakan pikiran."


No comments:

Post a Comment

komennya yang bagus-bagus yaa ^_^